Ketika dia (nyaris) merebutmu dariku


Dia begitu tega dan tak punya perasaan sedikitpun. Tidak kah ia mampu melihat dan merasakan bagaimana sakitnya aku? Bukan, aku tak marah padanya. Aku hanya mengharapkan dia bisa melepaskanmu dengan mudah untuk kumiliki sepenuhnya, tnpa ada airmata ini lagi.

Kamu sebut ini semua hanya sebuah ujian naik kelas, tp bagiku ini ibarat tombak yang siap menghantam dan merajam ulu hatiku.

Belum, belum genap sebulan aku memilikimu secara utuh. Dengan cincin bertuliskan nama kita di masing2 jari manis kita. Saat indah itu hanya kita miliki sesaat, hanya krna dia. Dia memaksamu untuk terbaring di rumah bauk ituh, dan menjeratmu begitu lama. Hingga aku yg tdnya tak pernah ngaku "membutuhkanmu", tiba2 dibayang2i oleh rasa takut akan kehilangan kamu. ah bukan hanya kamu, didit jg pernah koq dia singgahi, juga roy - ponakanku yg masih belia ituh. Tp mereka berdua sanggup keluar dari jeratnya dengan mudah. Tak seperti kamu, yang sdh smpai susah payah-pun tp tetap sulit untuk melepaskan jeratnya.

Hari ini, genaplah sudah seminggu kau tertidur dalam buaiannya. Awalnya aku punya 100% keyakinan klo kamu bakal segera tersadar dan kembali kepelukanku. Namun, hari-demi-hari, keyakinanku memudar seiring dengan perubahanmu. Dari angka 100, rasa percayaku melangkah pendek ke angka 97, dan tiba2 berlari kencang ke angka 40, hingga akhirnya terhenti di angka 18.. ah ini sungguh sulit bagiku. Aku tau, saat ini kamu membutuhkanku. Buktinya, kamu memintaku mencarikan sesuatu yg bisa membuatmu lepas darinya. Dan aku bersedia melakukannya meski aku harus menerobos liku2 perjalanan 3-4 jam menuju ke kota. Aku berharap, di kota menemukan "sesuatu" ituh, dan syukurlah.. "sesuatu" itu bener2 ada.

Kubawa "itu" ketanganmu, dan kutuangkan semua lara dan airmataku dikakimu. Demi Tuhan, aku sudah tdk kuat. Aku ingin kamu segera kembali.



Perlahan "sesuatu" itu membantumu membuka mata, dan melihat dengan lebih jelas. Meski perlahan, tapi itu pasti. Kamu pasti akan kembali kepadaku *setidaknya itu yang aku yakini

Takukah kamu semalam aku tak mampu menutup mataku meski sedetikpun? Tahukah kamu airmataku nyaris kering menangisi ini semua??

Kembalilah sayang, aku tak ingin kehilangan kamu.. http://www.emocutez.com



Tepatnya, aku takut jd janda diusia muda :P


ps: reka ulang dari cerita sebenarnya yg ada disini

Posting juga disini

9 Cahaya Bicara:

denny mengatakan...

ada apakah gerangan??

*bingung karena baru baca 1 postingan.. hahaha

Lisha Boneth mengatakan...

haha bukan apa2 koq..

ini cuma reka ulang perasaan saya beberapa bulan lalu.. itu di link koq ke catatan pribadi saya. disana mgkn bang denny bakal tau artinya apa.. tp bahasanya emang msh yaaa... standart bgt lah.. :D :D

makasih lohh dah berkunjung.. :D :D

Bandit Pangaratto mengatakan...

Bah... sendu kali ito..

Sayapun takut sekali kalo sampe membuatnya janda di usia muda...

Lisha Boneth mengatakan...

@bang bandits: :D iya nih bang.. lg mellow..
postingannya pun ikutan mellow deh.. :D :D
makanya.. jaga kesehatann.. biar si kakak itu ga jd janda diusia muda.. kyk ketakutan saya..hehehe

Freya mengatakan...

ga ngerti....kekekeeke....

sesuatu itu apaan? apaan tuh sesuatu?

tp saran ni.

kalau nyerahin semuanya sama yang di atas, ga usah khawatir for being janda deh. kekekeke....

Jokostt mengatakan...

Sepertinya aku kemarin dah komen disini, ya?
Dan membuat aku jadi pasang status Melo di Twitterku. Tapi.....
Why? Kok ilang apa emang kemarin error?
Jangan bilang karena dihapus adminnya, lisha....
He...He... (Bercanda sambil ngakak, ben nggak ikutan melo lagi)

Lisha Boneth mengatakan...

@Mba Freya: iya deh.. ndak takut lagi deh being Janda.. Palagi jande muda.. sapa tau bisa laku lagi, iya ndak?? *ya Tuhan jgn dengarkan omonganku ini, aku cm bercanda :D :D

@mas Joko: ndakkk adaaa yah.. mana mungkin ai maen ngapus2.. saya malah seneng byk yg komen.. hihihi

Rudy Adinata mengatakan...

ceritanya sangat bagus,tapi saya belum bisa ngikuti jalur critanya,,apa saya yg agak lemot ya???tapi intinya semua masalah kita serahkan semuanya pada yg maha kuasa.so,,pasti Dia akan menyertai kita setiap saat,

Lisha Boneth mengatakan...

@rudi: aduhh.. koq pada ndak ngerti yah??
padahal kan ada link-an cerita aslinya.. hiks hiks.. saya gagaaalllll....

Cahaya Hati Boneth Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template for Bie Blogger Template Vector by DaPino