Hari ini hati saya diselimuti kabut hitam, kelam! Saya takut... Saya tak mampu menghadapi pergantian bulan ini. Bila Tuhan ijinkan, saya ingin bulan November tak pernah ada, agar saya tak perlu mengingat lagi kenangan2 pahit di bulan November.
Kamu tau? November mestinya hari bahagia buat saya *ya, saya ultah, tapi itu 5 tahun lalu, tidak untuk 4 tahun belakangan ini.
Saya ndak suka dengan bulan November krna di bulan seperti ituh 4 tahun lalu, saya harus menyaksikan ibu saya diujung hidup. Saya bahkan tak percaya klo dia sudah bener2 pergi dan tak mungkin kembali lagi. 4 Tahun lalu, ibu saya memaksa saya untuk pulang dari perantauan saya, untuk membantu menguatkannya menahan rasa sakitnya, memberi sedikit kehangatan bagi dinginnya kulitnya, dan menghabiskan sisa waktu yang tak pernah kusadari akan segera berlalu.
Saya tak percaya ibu saya pergi meninggalkan saya saat saya baru saja melepas usia 19 saya, dan melangkah ke usia 20. Saya tak kuasa menahan tangis ketika ibu saya mencium kening saya dihari ultah saya dan mengucapkan sebait doa untuk saya, padahal dia dalam kondisi kritis *saya kira ibu saya ndak tau ultah saya kapan abis anaknya banyak. Padahal saya sendiri hampir melupakan hari itu, saking letihnya badan dan pikiran saya melewati itu semua.
Over Possesive

Setelah libur akhir semester selama hampir dua bulan, akhirnya tiba saatnya ngampus lagi. Bertemu temen2 yang gokil2 lagi, termasuk ketemu Ditha, teman sekelas saya. Meski ndak sahabatan banget tp ada rasa penasaran saya ingin bertemu dia.
Sebelum mata kuliah dimulai,
saya: hey dit, pa kabar? gmn abang gw?
*saya prnh ngenalin dia dengan sahabat lama saya, teman sekampung saya jg dan saya dari dulu nganggep dia abang kandungg bangett
ditha: baik.. oh iya, gw blom cerita ya? gw dah jadian lagiii..
*kaget
saya: wahhh.. gilaaa.. gw bener2 ketinggalan berita nih. trus??
*bingung mau nanya apa
ditha: iya.. sori ya.. gw lupa cerita sama loe. Oh iya kami jg dah rencana mau nikah loh
*makin terbelalak
saya: hah?? udah se-serius itu? wah selamat ya.. kapan?
ditha: umm... rencananya September tahun dpn. Loe dateng ya.. kan acaranya di kampung loe.. sekalian loe pulang kampung lah.
saya: iya, gw usahain. berarti habis wisuda lah ya..
ditha: iyalah.. biar lebih tenang
Fokus Cahaya:
Based on True Story,
Love Story,
wanita
Anak diantara debat ibu dan ayah

Sadar atau tidak, seringkali orangtua meracuni pikiran anaknya sendiri dengan hal-hal yang tidak baik. Yang lebih miris, hal tersebut terjadi saat anak masih di usia yang sangat belia *bisa dibilang blom ngerti apa-apa
Banyak orangtua yang lupa, bahwa anak berhak mendapat pengertian dan perlakuan baik dari orangtuanya baik secara fisik maupun mental. Perdebatan antara dua insan *yang notabene adalah orangtua si anak, dihadapan anak tanpa disadari orangtuanya sudah merusak otak dan pemahaman anak tentang orangtuanya dan tentang kehidupan. Betapa tidak bijak bila pertengkaran orangtua harus disaksikan sendiri oleh sang anak, seperti yang saya saksikan beberapa hari lalu di lingkungan kerja saya.
Ceritanya saat menjelang sore hari, waktu saya udh siap2 mau pulang, saya mendengar rekan kerja saya sedang nelp sama anaknya yang masih berumur kurang lebih 2 tahun. Sebut saja nama anaknya Luna. Saya terharu ngeliat rekan kerja saya ini (pria) bgtu lembut manggil nama anaknya trus kasih2 nasehat selayaknya ayah yang jauh dari anak dan istrinya. (Ntah krna apa istri dan anaknya yg tdnya tinggal dikota yang sama tiba2 udah pindah dan tinggal di rumah orangtua sang istri, diluar daerah). Bukan, saya bukan mau mencampuri urusan rekan kerja saya ini apalagi bermaksud membuka aib. Saya cuma miris mlihat kondisi ini. Awalnya si anak manissss buangett ngejawab ayahnya. Saya aja smpe gemes denger suaranya yang lembut dan gaya bicaranya yg masih cadel. Tapi lama kelamaan saya mulai ngerasa aneh. Loh koq Luna berani ngomong gitu sama ayahnya?
I luv Lake Toba
heiiiiiiiiii.... saya lupa.. saya utang janji sm bang bandits soal liputan Pesta Danau Toba. Sebenernya sih saya ndak lupa bang, berhubung rayuan maut saya ndak mempan sama ipar saya, alhasil saya ndak jadi kesana.. dan krna ituh saya ndak bisa kasih liputannya... maaf yaaa 

eitss... jangan kuciwa dulu. Saya dapat oleh2 dari seseorang yg cinta mati sama Danau Toba melebihi kecintaan saya, pdhl saya lahir dan besar di pinggiran Danau itu.
You know what??
taraaaaa.... (backsound)
yess... poto2 keren.. dari Pesta Danau Toba 2009
yukk liat-liat...

eitss... jangan kuciwa dulu. Saya dapat oleh2 dari seseorang yg cinta mati sama Danau Toba melebihi kecintaan saya, pdhl saya lahir dan besar di pinggiran Danau itu.
You know what??
taraaaaa.... (backsound)
yess... poto2 keren.. dari Pesta Danau Toba 2009
yukk liat-liat...

10 tahun untuk selamanya

Kini ku berada di titik terrapuh dlm hidupku. Tak perlu kamu tanyakan kenapa. Krna pertanyaan itu tak sedikitpun membantu, malah akan semakin menjerumuskanku lebih dalam ke jurang keterpurukanku.
Berkali-kali kupandangi cermin di sudut kamarku. Kucari cela disetiap lekukan tubuhku. Ah, apa noda hitam di lengan kananku begitu mengganggu bagimu? Atau pipi tomatku terlalu pasaran menurut kamu?
Aku tak melihat cela lain selain dua hal itu *setidaknya untuk ukuran gadis2 di desa kita. Apa iya dua hal itulah yang membuatmu tak ingin bersamaku? Soal hati.. tak perlu kamu tanyakan itu. Seluruh hatiku sudah kupersembahkan hanya untukmu, bahkan aku tak sempat meninggalkannya sedikitpun untukku. Kamu tau itu! Bahkan waktu 10 tahun tak cukup bagiku untuk melupakan semua rasa yang ada untukmu. Semua masih sama seperti 10 tahun lalu, tersimpan apik didalam hatiku.
Tak perlu kamu membentak dan memaki-ku meski hanya lewat telpon hanya untuk menyuruhku melupakanmu, tidak!!! Itu tidak akan pernah berhasil. Kamu pikir kepergianku ke Samarinda dan menetap disana bertahun-tahun untuk apa?? Kamu pikir menghilangnya aku dari keluargaku hingga tak dianggap anak lagi krna apa? Itu semua terjadi hanya agar aku bisa melupakanmu dan membuang semua tentang kamu. Ah.. aku benci rasa ini...
Dear Anisa
Pagi ini aku termenung di teras rumah. Kulirik mami yang juga termenung disebelahku dengan raut muka penuh duka.
Setahun lalu……
Hmmm… kulihat mami terisak. Tak sempat ku bertanya, dia menyuruhku dan adik-adikku untuk berkemas. Katanya kami akan pulang ke desa kelahiran mami. “Eyang putri meninggal!!!” jerit mami waktu Anisa, adik perempuanku, bertanya kenapa harus sekarang kesana. Kami berdua saling berpandangan, dan menuruti perintah mami untuk berkemas.
Setibanya di desa, kami disambut oleh isak tangis dari seluruh keluarga yang sudah ada disana. Sungguh, saat itu kami semua hanyut dalam tangisan. Dan disaat inilah, untuk pertama kalinya kami semua berkumpul. Ternyata ada banyak sepupuku yang belum pernah ataupun lama tak pernah bertemu. Momen ini menjadi momen baik bagi kami, cucu-cucu eyang untuk saling mendekatkan diri satu sama lain. Sayangnya, hampir tak ada satu orangpun dari sepupuku yang seusia denganku (yah, aku cucu pertama dan akulah yang paling tua dari semua cucu eyang). Berbeda dengan Anisa yang terpaut usia hampir sama dengan Jean dan Luri.
Seusai pemakaman eyang putri, sesuai rencana, lusa kami akan kembali lagi ke Jakarta. Seperti tak ingin waktu yang singkat ini terlewatkan begitu saja, Anisa, Jean dan Luri pergi diam-diam. Entah kemana, mereka pergi bertiga dalam satu sepeda motor. Kami mengetahui aksi nekat mereka justru setelah kami dapat kabar dari RSU di desa itu. Mereka kecelakaan dan sekarang sudah ada di rumah sakit, hanya itu informasi yang kami dapat. Buru-buru kami semua berangkat ke Rumah Sakit. “Oh Tuhan, ujian apa lagi ini?” rutukku dalam hati.
Setiba di RS, kami melihat Luri terduduk lesu disudut RS. Kami semua menghampirinya. Mama dan papanya langsung memeluknya.
Setahun lalu……
Hmmm… kulihat mami terisak. Tak sempat ku bertanya, dia menyuruhku dan adik-adikku untuk berkemas. Katanya kami akan pulang ke desa kelahiran mami. “Eyang putri meninggal!!!” jerit mami waktu Anisa, adik perempuanku, bertanya kenapa harus sekarang kesana. Kami berdua saling berpandangan, dan menuruti perintah mami untuk berkemas.
Setibanya di desa, kami disambut oleh isak tangis dari seluruh keluarga yang sudah ada disana. Sungguh, saat itu kami semua hanyut dalam tangisan. Dan disaat inilah, untuk pertama kalinya kami semua berkumpul. Ternyata ada banyak sepupuku yang belum pernah ataupun lama tak pernah bertemu. Momen ini menjadi momen baik bagi kami, cucu-cucu eyang untuk saling mendekatkan diri satu sama lain. Sayangnya, hampir tak ada satu orangpun dari sepupuku yang seusia denganku (yah, aku cucu pertama dan akulah yang paling tua dari semua cucu eyang). Berbeda dengan Anisa yang terpaut usia hampir sama dengan Jean dan Luri.
Seusai pemakaman eyang putri, sesuai rencana, lusa kami akan kembali lagi ke Jakarta. Seperti tak ingin waktu yang singkat ini terlewatkan begitu saja, Anisa, Jean dan Luri pergi diam-diam. Entah kemana, mereka pergi bertiga dalam satu sepeda motor. Kami mengetahui aksi nekat mereka justru setelah kami dapat kabar dari RSU di desa itu. Mereka kecelakaan dan sekarang sudah ada di rumah sakit, hanya itu informasi yang kami dapat. Buru-buru kami semua berangkat ke Rumah Sakit. “Oh Tuhan, ujian apa lagi ini?” rutukku dalam hati.
Setiba di RS, kami melihat Luri terduduk lesu disudut RS. Kami semua menghampirinya. Mama dan papanya langsung memeluknya.
Bila bocah gendeng mereka mulai beraksi
*saya ngakak dulu yaaahhh (yang mau ikutan blh ngakak duluan sebelum tau bahan tertawaan kita hari ini)




Jd ceritanya nih abis mellow2 kmrn, saya coba2 menjelajahi planet yutub. Ehh..ndak sengaja malah nemu komplotan bocah gendeng ndak tau malu, dengan aksi-aksi gilanya mereka inih, yg ternyata emangcukup sangat kreatif. Kalian jg pasti akan mengakui kreatifitas mereka2 inih klo dah liat videonya..*yang udh pernah liat gpp yah kita liat lagi:D
Konyol memang, dan jujur saya pengen tau siapa sih gurunya mereka saya juga pengen belajar cing.. hahahaha, tp saya ngerinya mereka ini justru abis kesambet setannya si manis jembatan ancol dan klo memang bukan kesambet kemungkinan terakhirnya cuma satu, mereka ini udah pada ndak waras a.k.a urat malunya udah pada putus trus disambungin sm tukang service abal-abal dan jadinya malah salah sambung gitu deh.
1. Titanic The(ir) Movie
yaolloh, ini sipemeran Rose di video ini bener2 najooongg...
ngeliat tampangnya pas pose telanjangg itu lohh.. ampunnn deh..
trus diakhir si Rose masih berani nyebut ituh gambar dirinya "beautiful". Plak.. saya langsung nampar dia krna statementnya yang satu itu *saya pengen dia sadar klo tuh gambar jelek banget bokkk :D tapi saya namparnya cuma dimimpi koq.. *ah penonton lega
Jd ceritanya nih abis mellow2 kmrn, saya coba2 menjelajahi planet yutub. Ehh..ndak sengaja malah nemu komplotan bocah gendeng ndak tau malu, dengan aksi-aksi gilanya mereka inih, yg ternyata emang
Konyol memang, dan jujur saya pengen tau siapa sih gurunya mereka saya juga pengen belajar cing.. hahahaha, tp saya ngerinya mereka ini justru abis kesambet setannya si manis jembatan ancol dan klo memang bukan kesambet kemungkinan terakhirnya cuma satu, mereka ini udah pada ndak waras a.k.a urat malunya udah pada putus trus disambungin sm tukang service abal-abal dan jadinya malah salah sambung gitu deh.
1. Titanic The(ir) Movie
yaolloh, ini sipemeran Rose di video ini bener2 najooongg...
ngeliat tampangnya pas pose telanjangg itu lohh.. ampunnn deh..
trus diakhir si Rose masih berani nyebut ituh gambar dirinya "beautiful". Plak.. saya langsung nampar dia krna statementnya yang satu itu *saya pengen dia sadar klo tuh gambar jelek banget bokkk :D tapi saya namparnya cuma dimimpi koq.. *ah penonton lega
Langganan:
Postingan (Atom)
Cahaya Hati Boneth Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template for Bie Blogger Template Vector by DaPino
