[Hamil] Sepanjang Perjalanan Ini

Baiklah.. Semenjak hamil, sangat jarang saya apdet blog ini..
Entahlah.. rasa malas menyelimuti.. Selain itu, saya semakin tidak pandai merangkai kata untuk dituangkan dalam tulisan. Saya pernah beberapa kali nyoba mau nulis sesuatu, tapi berakhir dengan PENGHAPUSAN, karena berbagai hal. Mulai dari adanya unsur curcol, terlalu privasi dan tata bahasa yang tidak menarik.

Duh, tadi mau nulis apaan sih ya?? koq jadi ngalor ngidul ga jelas?
oh iya, HAMIL!
Saat ini usia kandungan saya udah masuk minggu ke 32..
Ga kerasa yah?? tau2 ini perut udah mbuncit ajah.. hakhakhak..
Sepanjang perjalanan kehamilan ini, ada banyak kerikil2 kecil yang menerpa.
Dimulai dari hasil USG di minggu2 ke 7 kehamilan saya, yang katanya posisinya terlalu ke bawah, dan saya disarankan untuk tidak terlalu capek.. Jangan berdiri terlalu lama, jangan angkat yang berat2 dan sebagainya. Yang konon kata Pak dokter, klo dipaksain, takutnya janinnya jatoh sendiri.. karena posisinya terlalu deket jalan lahir *upsss..

Saran dokter saya ikuti..
saya mulai mengurangi kegiatan.. Saya minta semacam cuti dari tempat saya Les Salon. saya juga nggak memaksakan diri melakukan ini itu sendiri. Saya bener2 ingin janin saya baik2 saja *semua juga gitu kali yaaahhh???

Sebulan kemudian, saya kembali ke dokter.. dan lagi2 hasilnya mbikin ketar-ketir..
Katanya, ada kista tumbuh berdampingan dengan janin. Ukurannya lumayan.. 5,8 *entah mm ato cm, saya lupa
Kembali saya dapat pantangan. Makan kacang2an, toge dan sejenisnya, sebaiknya jangan dulu. Tapi dokter bilang sih, kemungkinan besar ini bakal ilang sendiri. Jadi ibu jangan terlalu khawatir, ktanya.

Jadwal ke dokter ketemu lagi di bulan ke empat kandungan saya.. dan Thanks God, hasilnya si kista mengecil.. ukurannya menjadi 4 *lagi2 saya ga tau satuannya
dan dibulan berikutnya, bener2 ga ada.. kata dokter! So, thats a good news for my lil fam.
hebat!.. Tuhan bener2 dengar dan jawab doa saya dan suami.

Senin lalu, jadwal saya ketemu dokter lagi.. USG lagi.
tapi krna berhubung si dokter saya yang biasa sedang ada pasien yang mau cesar, jadi saya mau-mau aja diperiksa oleh Dsog lain. Hasilnya, janin saya sungsang. Saya disarankan untuk dateng laggi 2 minggu kemudian. Klo ternyata 2 minggu lagi si dd ga muter ke posisi yg bener, nanti dikasih terapi or senam utk membantu dia muter ktnya.Oh iya, satu lg.. kesimpulan si dokter, janin saya 2,4 kg dan saya disarankan byk makan, krna janinnya kecil. selainnya, semua baik-baik saja. Thanks God.

Saran dokter bener2 saya lakuin. Saya bolak balik makan selama berhari-hari. tappiiii... kemaren iseng2 saya surfing info soal BB ibu hamil, dan janin. Ternyata oh ternyata.. usia 31 minggu itu, berat janin masih antara 1,5 - 1,7 kg..
nah lo?? jadi klo ternyata janin saya beneran 2,4kg, berartiiii... gede bangettt dong??
SAYA MAU LAHIRAN NORMALLLLL LOOOHH... *klo Tuhan ijinkan
bagaimana ini??
dokternya yang salah, apa memang segitu adanya??

ah.. whateverlah..
Tuhan yang menjaga dan memberikan jalan deh..
Mudah2an ibu dan bayinya sehat hingga persalinan..
Doakan kami yaahhh temen2..

Selamat berhari 10-10-10
http://www.emocutez.com

Aku Bangga

Kau tau?
Meski bukan seorang dosen ataupun pegawai pemerintahan, aku bangga mengakui dia sebagai ibuku

Kau tau?
Meski tak pernah tau cara mengajarkanku bagaimana berdoa yang baik,
tapi aku bangga mengakui dia ibuku

Kau tau?
Meski dia hanya mampu menyekolahkanku hingga SMA,
namun, aku sangat bangga mengakui dia ibuku

Kau tau?
Meski dia hanya seorang tukang mie keliling,
sesungguhnya... aku sangat bangga memiliki dia..

dia IBUKU!!!

*ditengah derai airmata kerinduan, untuk ibu. Aku merindukanmu, Ibu!!!

Kamu Perlu Tau

aku bahkan tak ingat kamu siapa!

berhentilah membayangiku!
aku lelah dengan tingkahmu...

mengertilah..
ada hati yang selalu berusaha 'bijak'
meski cemburu nyaris menghanguskan akal sehatnya..

apa yang kau tunggu?
tamparan keras dari tangan lembutku??
atau teguran pendek namun menusuk dari dia, lelakiku?

ketahuilah..
sampai hari ini..
aku bahkan tak ingat, kamu siapa..

kamu tak sepenting itu!

Sebuah Pengakuan dan Penjelasan

Menjengkelkan, kemaren hari Jumat nyariiiissss sehari penuh mati lampu. Ah ini menyebalkan. Dari subuh, kira2 jam 2 smpe jam 5 sore, apa ga sehari penuh itu namanya? Sempurna!

Abis itu saya maleeesss buat mbuka komputer.. tak saya sentuh komputer saya. Itulah sebabnya, cerbung yang mestinya Jumat kemaren udah berakhir malah saya kebut barusan. Hasilnya jd ngasal gitu deh.. ah memang sial.

Ditambah lagi, hari Sabtu kmrn sungguh sial saya bertemu dengan algojo neraka. You-know-who, mereka segerombolan. Menghentikan sepeda motor saya dan meminta semua surat-surat perlengkapan. Yang mbikin sial adalah, karena lokasi yang sangat dekat, saya sama sekali ndak bawa apa2 kecuali selembar uang lima puluh ribu. Itupun mau saya pakai untuk beli ikan di pasar.

Cinta Sejatiku (Tamat)


Bagai sungai kering yang merindukan air, tak tahan ku menahan gelora di dada saat ku bersua dengan Yoga. Kujatuhkan tubuhku pada pelukannya, sejenak kulupakan Lily dan juga suamiku yg sangat mencintaiku. Malam itu menjadi malam petaka sekaligus malam terindah bagi kami berdua. Kurelakan Yoga meniduriku, toh aku sudah tak perawan lagi, aku membuat pembenaran pd diriku sendiri.

Seminggu rasanya tak cukup, tapi Ibu sudah bolak balik menelepon dan mengabarkan soal Lily. Katanya Lily mulai rewel, mgkn dia rindunya papanya, itu menurut ibu. Kuminta janji dari Yoga, bahwa suatu hari kami harus bertemu lagi. Aku tak ingin pertemuan ini hanya sampai disini. Yoga memenuhi permintaanku dan berjanji kelak, kami akan bertemu lagi.

Semua terjadi begitu saja.

Semakin bergulirnya waktu, semakin membuncah rasa di dada. Aku benar-benar ingin memiliki Yoga seutuhnya. Terlalu sering aku cari-cari alasan untuk kembali bertemu dengannya, hingga suatu waktu, tanpa aku sadari suamiku mengikutiku ke kampung. Dia menyaksikan semua gelagatku bersama Yoga (yang sudah dengan leluasa mengumbar kemesraan di kampung halaman kami). Dia marah besar, tapi aku tak memperdulikannya. Dia pergi dengan membawa semua kekesalannya. Biarkan saja!

Cinta Sejatiku (Cerbung)

Sore ini hatiku gundah gulana. Entahlah, aku mulai merasa tak nyaman dengan kehidupanku bersama suamiku. Padahal sebelumnya hubungan kami baik-baik saja. Sampai, pertemuanku kemarin dengan Yoga di salah satu situs jejaring sosial yang akhirnya membuatku mulai tak bisa tidur tenang semalaman.

Rasa yang dulu pernah ada antara aku dan dia mulai timbul kembali. Padahal dia sudah beristri, sama seperti aku yang juga sudah punya Lily, malaikat kecilku. Masa-masa indah semasa SMA kembali menari-nari di benakku. Ah.. aku sangat merindukan pelukannya. Aku sangat merindukan desahan nafasnya.

Setiap hari, saat suamiku sudah berangkat kerja, tanpa ba-bi-bu aku langkahkan kakiku ke warnet terdekat dari rumah. Lily selalu aku bawa bersamaku. Curhatan-curhatan ringan mulai terlontar dari obrolan kami lewat dunia maya. Keberadaannya nun jauh disana membuatku semakin penasaran ingin bersua.

Belajar ber-Fiksi, mulai dari yang Mini

Ijinkan kusudahi semua ini, karena aku letih mengalah.
Jika aku tak bisa memilikimu, maka diapun tidak!!!

Cahaya Hati Boneth Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template for Bie Blogger Template Vector by DaPino